Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat menerima SMS dan pesan promosi yang banyak beredar menjelang Hari Raya Idul Fitri. Apalagi di tengah kasus SMS penipuan yang melibatkan fake base transceiver station (BTS).
Wakil Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) Komjen Pol A. Rachmad Wibowo memberikan imbauan klasik untuk masyarakat yaitu 'think before click' atau berpikir sebelum klik, dan 'too good to be true' alias promosi yang terlalu menggiurkan.
"Jadi kepada masyarakat, terutama pada saat libur Hari Raya Idul Fitri, mungkin banyak promo-promo yang dikirimkan baik melalui WhatsApp maupun melalui SMS. Dilihat dengan jelas, apakah pengirimnya itu valid?" kata Rachmad dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi di Jakarta, Selasa (25/3/2025).
"Modus ini cukup canggih, karena dia bisa melakukan masking korbannya tidak menyadari bahwa (SMS) itu tidak valid. Karena dia menggunakan nomor-nomor handphone dan domain-domain yang valid," sambungnya.
Informasi lebih lanjut akses link berikut Jelang Lebaran, BSSN Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tergiur SMS Promosi
Wakil Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) Komjen Pol A. Rachmad Wibowo memberikan imbauan klasik untuk masyarakat yaitu 'think before click' atau berpikir sebelum klik, dan 'too good to be true' alias promosi yang terlalu menggiurkan.
"Jadi kepada masyarakat, terutama pada saat libur Hari Raya Idul Fitri, mungkin banyak promo-promo yang dikirimkan baik melalui WhatsApp maupun melalui SMS. Dilihat dengan jelas, apakah pengirimnya itu valid?" kata Rachmad dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi di Jakarta, Selasa (25/3/2025).
"Modus ini cukup canggih, karena dia bisa melakukan masking korbannya tidak menyadari bahwa (SMS) itu tidak valid. Karena dia menggunakan nomor-nomor handphone dan domain-domain yang valid," sambungnya.
Informasi lebih lanjut akses link berikut Jelang Lebaran, BSSN Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tergiur SMS Promosi